Pada Debar Kesekian Ternyata Aku Cinta

Cinta, aku berpikir untuk tidak berpikir tentangmu.
Maaf, aku tak mampu.
Aku berpikir untuk tidak menantimu.
Maaf, aku menunggu.
Cinta, aku berpikir untuk tidak mencintaimu.
Maaf, aku telanjur jatuh cinta kepadamu.
Aku berpikir untuk tidak terburu-buru.
Maaf, aku tergopoh merindukanmu.
Aku pikir, aku mencintaimu tanpa ini itu
karena aku mencintaimu, benar atau salah.

Berhenti Mengeluh Mulai Berkarya

Membuat produk ataupun karya belum pernah semudah zaman sekarang. Nyalakan komputer, mulai ngoding, promosikan di social media.

Kita ngga perlu izin ke siapa-siapa untuk mulai berkarya. Tapi kondisi ini ngga terwakili oleh mental manusianya sama sekali. Orang-orang ngga berhenti mengeluh, tidak punya motivasilah, susah cari internetlah dan masih banyak lagi. Faktanya, kita bisa download text-editor (tempat ngerjain kodenya) dengan gratis. Kita bisa cari internet di kafe atau tempat seperti DiLo (cari di google yah..) yang menyediakan tempat dan internet dengan gratis.

Berhenti Mengeluh Kalau teman-teman ngga ngeluh dan menerima kondisinya, okay, tidak ada masalah. Problemnya, ketika teman-teman belajar dan bekerja sangat sedikit, tapi mengeluh, cemburu dengan orang-orang lain yang berhasil. Bertanya bagaima caranya menjadi “si A” atau ko bisa ya “si A” kaya gitu.. Sebut saja ada si A dan si B. Si A berani menginvestasikan waktu dan uangnya untuk belajar dan bekerja. Si A mengorbankan waktu mainnya (tentu tidak sepenuhnya) untuk berkonsentrasi belajar, selain itu si A juga mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku. Bandingkan dengan si B yang menghabiskan waktu di social media menginformasikan hidupnya yang orang lain sama sekali tidak tertarik. Si B mendownload berbagai macam sumber belajar dengan gratis, tapi hanya di tumpuk di folder sebelum semuanya dihapus. Mana yang akan melihat hasil, mana yang akan serius belajar, mana yang lebih menghargai ilmu ? Tidak ada yang baru, kita yang tidak belajar. Cerita lama akan berulang, kita hanya akan menonton melihat seorang teman yang suatu hari sukses, teman yang dulu dianggap aneh, tidak banyak bermain sekarang sedang membicarakan permasalahan-permasalahan di dunia dan solusinya. Kita hanya bisa mengeluh keadaan sekarang, waktu bermain sudah habis.

Tapi saya tidak ada waktu dan uang Tidak ada waktu? semua orang diberi porsi waktu yang sama, 24 jam. Tidak punya uang? Semua orang punya kesempatan bekerja yang sama. Teman-teman bisa menjual sesuatu di internet dengan sangat mudah jaman sekarang, ada berbagai macam pilihan e-commerce. Punya skill? tidak kalah banyak juga website-website yang menjadi penengah, mempertemukan orang yang butuh “sesuatu” dengan orang yang bisa melakukannya. Belum lagi, banyak yang berpacaran, membeli berbagai macam mainan, nonton di bioskop dan berbagai macam hiburan lainnya dengan meminta uang orangtuanya. Tapi ketika berhubungan dengan edukasi, hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, langsung menjadi “orang termiskin di dunia”, tidak berani berinvestasi. Masalah prioritas mana yang penting memang masih menjadi masalah. Hal-hal jangka panjang masih gagal untuk dilihat, masih kalah dengan hal-hal jangka pendek.

Apa langkah kongkritnya? Mulai sekarang! Kita bisa merencanakan untuk belajar suatu hal dengan sangat detail, tapi tidak akan ada artinya kalo tidak dimulai. Banyak hal yang terlihat sangat menyeramkan dari luar, ingat, mengambil langkah pertama memang tidak mudah. Hal yang paling jelek yang bisa terjadi adalah kita punya pengalaman yang bisa dimanfaatkan untuk karya yang berikutnya. Kita bisa merencanakan suatu bisnis, startup dll. yang dalam hati kita akan merasa ini yang terbaik, ide ini luar biasa, dan pujian-pujian lainnnya. Faktanya tidak akan ada yang terbukti kalau semua itu tidak dikerjakan. Mulai lebih awal, belajar lebih cepat dari kesalahan-kesalahan, dan tentunya berhenti mengeluh!

Dear Aulia Nawawiyah Haryono

Selamat ulang tahun, sayang.
Apa yang kamu rasakan kini? Bertambah dewasakah? Jangan angka saja yang semakin menambah, tetapi juga tingkat kedewasaanmu, tingkat kemantapan hati untuk memilih jalan yang hendak kamu ikuti dan menuntunmu menuju kesuksesan yang akan kamu capai.

Selamat ulang tahun, sayang.
Setidaknya, kini semakin bertambah pengalaman dan cerita hidupmu. Ini menjadi tahun keempat untuku menemanimu di hari ulang tahunmu. Tak terasa waktu berganti dengan cepatnya, ya? Jadi, semoga tahun depan aku masih mendampingimu di hari ulang tahunmu. Amin

Selamat ulang tahun, sayang.
Bukan sekedar hadiah yang ingin kuberikan dihari ulang tahunmu. Tetapi, bingkisan indah itu kusebut; cinta. Bingkisian manis itu kusebut; kasih sayang. Dari setiap bingkisan itu akan kuberikan padamu tanpa sedikitpun aku mengharapkan pamrih darimu. Bingkisan itu kupastikan tidak bisa digantikan oleh materi sebanyak apapun, kupastikan itu.

Selamat ulang tahun, sayang.
Doa dan harapan yang selalu dipanjatkan kepada Allah untuk segala apapun yang terbaik untuk kehidupanmu. Untuk kesehatanmu, umurmu dan juga kebahagianmu. Semoga tidak ada lagi keburukan dan kesedihan dalam waktu yang menjadi milikmu. Semua digantikan dengan tawa bahagia untuk kamu ukir di hari-harimu.

Selamat ulang tahun, sayang.
Kubisikkan doa di hening sujudku pada Allah, agar Ia senantiasa membentangkan jalan rahmat dan kasih dalam tiap langkah yang akan kamu buat esok hari, melimpahkan berkah dan memberimu kemampuan untuk  senantiasa bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala hal yang menyulitkan dan memberatkan. Semoga kamu senantiasa dalam penjagaan Allah ketika penjagaanku tak mampu menjangkaumu, dan selalu dikasihi dan disayangi Allah ketika kasih dan sayangku tak terjamah inderamu saat ini.

Selamat ulang tahun, sayang.
Sebuah kecupan dan pelukan untukmu, semoga menjadi manusia yang lebih baik disetiap harinya. Tak apa jika kamu merasa telat untuk berubah dan belajar, kadang lebih baik terlambat dibandingkan tidak mencobanya sama sekali bukan?

Selamat ulang tahun, sayang.
Sayang, bukan tentang bertambahnya umur maupun ribuan kata selamat, tapi tentang bagaimana kau mensyukuri nikmat yang teramat sangat. Selamat untuk semua hal baik dan lebih baik dalam hidupmu. Selamat melepaskan kekecewaan dan semua hal buruk setahun atau bertahun-tahun lalu. Untuk pengurangan setahun jatah hidupmu, semoga Allah selalu memberkahi. Demi hari-hari setelah ini, semoga kamu selalu menuju kebaikan, kebahagiaan, kedewasaan, keikhlasan, dan kejujuran. Semoga semua harapan dan pengharapan baikmu, menemui jalannya untuk menjadi nyata. Dan boleh aku temani kamu lewati hari dan merengkuh mimpi-mimpu mu? Semoga Allah mengaminkan 🙂

Selamat ulang tahun, sayang.
Untukmu segalaku, Aulia Nawawiyah yang genap berusia 20 tahun pada hari ini 6 September 2016.
Mudahkan segala sesuatu untuknya Ya Allah, lindungilah ia dimanapun ia berada, dan bimbinglah ia senantiasa sepanjang masa. Amin.

Kepadamu

P_20160710_105304_1_BF_p

Kita dan Penyatuan

Aku dan keakuanku,
kamu dan keakuanmu, kita butuh itu.
Cinta dan kepastian, rindu dan penantian,
semua butuh penyatuan.

Jika ada aku dalam doamu, aminkanlah.
Kita berdoa untuk hidup berdua,
bersama.

Bukan hari ini, bulan depan,
atau tahun depan untuk mengerti
siapa yang berharga
dan berarti untuk dipertahankan,
tapi sedetik saat hatimu merasakan
dan percaya, dia untuk selamanya.